Login Member
Username:
Password :
Jajak Pendapat
Bagaimana menurut Anda tentang tampilan website ini ?
Bagus
Cukup
Kurang
  Lihat
Statistik
  Visitors : 608182 visitors
  Hits : 8066 hits
  Today : 111 users
  Online : 11 users
:: Kontak Admin ::

portnoy_arie    iwansuti
Agenda
21 December 2014
M
S
S
R
K
J
S
30
1
2
3
4
5
6
7
8
9
10
11
12
13
14
15
16
17
18
19
20
21
22
23
24
25
26
27
28
29
30
31
1
2
3
4
5
6
7
8
9
10

Pemerintah Kota Bogor Apresiasi Sekolah Adiwiyata

Pemerintah Kota Bogor mengapresiasi tujuh sekolah di Kota Bogor yang telah berhasil menyandang Adiwiyata Nasional, dan Adiwiyata Mandirii. Bentuk apresiasi yang diberikan Pemkot yaitu memberikan hadiah terhadap sekolah-sekolah berwawasan lingkungan tersebut.

“ Dari tujuh sekolah penyandang Adiwiyata Nasional dan Adiwiyata Mandiri tahun 2012, sudah lima sekolah kita berikan bantuan alat daur ulang kertas dan mesin pencacah sampah,“ kata Kepala Bidang Tata Lingkungan dan Dampak Lingkungan pada Badan Pengelolaan Lingkungan Hidup (BPLH) Kota Bogor, di kantornya, Kamis (10/1/2013).

Dijelaskan, ke lima sekolah yang menerima bantuan yaitu SMAN 2, SMAN 6, SMKN 1, SMK Wikrama, dan SMPN 13. “ Sedangkan dua sekolah lagi yang belum menerima bantuan yakni SD Pertiwi, dan SMA YPHB (Yayasan Persaudaran Haji Bogor), akan diberikan menyusul pada tahun ini juga, “ ujar Shahlan.

Menurut Shahlan, bantuan alat daur ulang kertas dan mesin pencacah sampah tersebut diserahkan dalam acara rapat pembinaan Sekolah Adiwiyata di Kantor BPLH, Rabu (9/1) kemarin. Ia mengatakan, tujuan dari pemberian hadiah selain sebagai apresiasi dari Pemkot Bogor, juga untuk lebih meningkatkan lagi prestasi yang telah disadangnya, baik itu Adiwiyata Nasional maupun Adiwiyata Mandiri.

Menurut Shahlan, pada tahun 2012 kemarin, ada lima sekolah di Kota Bogor yang berhasil menyandang Adiwiyata Nasional, yaitu SMAN 2, SMAN 6, SMKN 1 dan SD Pertiwi. Sedangkan sekolah yang berhasil menyandang Adiwiyata Mandiri yaitu SMK Wikrama, dan SMPN 13.

“Kita berharap lima sekolah penyandang Adiwiyata Nasional pada tahun 2013 bisa berhasil menyandang Adiwiyata Mandiri, “ kata dia. Menurutnya, agar program ini berkesimbungan setiap sekolah penyandang Adiwiyata Nasional harus membina 10 sekolah lainnya. “Dari lima sekolah Adiwiyata Mandiri, setiap sekolah harus membina 10 sekolah, “ jelasnya. Shahlan menambahkan, tugas serupa juga diberikan terhadap sekolah Adiwiyata Mandiri yang harus membina sekolah– sekolah lainnya, namun pembinaanya lebih luas. “Jadi, tidak hanya sebatas di Kota Bogor, tapi lingkupnya Nasional, “ imbuhnya.(yan)

Sumber : http://www.kotabogor.go.id